Beginilah Cara Membuat Mumi di Mesir! (100% Seram)

Proses membuat mumi disebut juga dengan mumifikasi. Tahukah kamu bagaimana cara membuat mumi? Mumi dibuat bukan hanya dengan mengawetkan jasad yang telah meninggal kemudian dibalut kain, tetapi ada beberapa proses yang membutuhkan keberanian untuk melakukannya.

Pembuatan mumi merupakan bentuk kegiatan keagamaan bangsa Mesir. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Mesir kuno, orang yang sudah meninggal akan dibangkitkan kembali suatu saat nanti untuk menempuh perjalanan ke dunia yang lain. Untuk itulah mengapa tubuh orang yang meninggal harus diawetkan. Tidak hanya itu, benda-benda milik jenazah juga ikut dikuburkan sebagai perbekalan menuju kehidupan setelah mati.


Proses pembuatan mumi memakan waktu paling tidak dua bulan sejak kematian. Upacara kematian, mulai dari pembuatan mumi sampai pemakaman dipimpin oleh seorang pendeta Anubis (dewa maut bangsa Mesir).


Apabila seseorang meninggal dunia, maka jasadnya akan dibawa ke rumah pendeta Anubis untuk dibersihkan. Jasad pun diberi wewangian dan ramuan tertentu yang dapat menunda pembusukan untuk beberapa waktu.

Setelah itu, dimulailah proses yang mengerikan. Beberapa petugas rumah duka akan menyayat bagian perut orang yang meninggal itu, lalu mengeluarkan isinya, meliputi usus, hati, lambung, dan sebagainya. Semua isi perut itu juga diawetkan di dalam guci.

Pada proses selanjutnya, tulang hidung jenazah dihancurkan. Mengapa harus dihancurkan? Karena bagian dalam kepala, yaitu otak juga harus dikeluarkan. Caranya, penjepit dimasukkan melalui hidung untuk mengorek otak dan menariknya keluar. Otak yang sudah dikeluarkan juga diawetkan dalam guci.

Mengapa bagian dalam tubuh harus dikeluarkan? Karena bagian dalam tubuh akan cepat membusuk jika tidak dikeluarkan. Bila bagian dalam tubuh membusuk, jasad bagian luar pun ikut membusuk. Oleh karenanya, tubuh orang yang akan dijadikan mumi harus dikosongkan.

Setelah jasad benar-benar kosong, tubuh dilumuri balsam dan natron dimasukkan ke bagian dalam jasad, semacam cairan soda untuk mengeringkan dan mengawetkan bagian dalam tubuh. Setelah diisi bahan pengawet, jenazah didiamkan beberapa minggu agar bahan pengawet bekerja.

Apabila proses pengawetan berhasil dan jenazah tidak membusuk, barulah jasad dibalut kain linen yang panjang, lalu dimasukkan ke dalam peti mati. Peti mati dibuat sesuai dengan bentuk tubuh jenazah yang dimumifikasi. Wajahnya pun dibuat mirip dengan wajah orang yang akan dimakamkan.

Mumi yang sudah dibalut kain berarti siap untuk dimakamkan. Cara pemakaman mumi tidak dengan menguburnya di dalam tanah atau melakukan kremasi, tetapi dengan menyimpannya di dalam piramid. Namun sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya, terlebih dahulu dilakukan upacara pemakaman. Upacara diselenggarakan di kuil Osiris.

Dari kuil osiris, mumi dibawa ke dalam piramid bersama benda-benda peninggalannya. Bahkan, beberapa pemakaman Pharaoh (Firaun/raja Mesir) juga mengikutsertakan pengawal-pengawalnya. Para pengawal pun harus rela dimakamkan hidup-hidup di dalam piramid agar dapat mengawal raja pada kehidupan lain.
Previous
Next Post »

12 comments

Click here for comments
1 November 2014 22.10 ×

Wah serem, zaman dulu kejam banget ya, terutama yang pegawai firaun dimakamkan hidup-hidup. Kejam...

Reply
avatar
6 Januari 2015 11.16 ×

Nice Artikelnya Gan Sangat Membantu Infonya
Ijin Share Gan

Reply
avatar
malasari
admin
15 Mei 2015 10.39 ×

Iya yah? Aneh. .

Reply
avatar
1 Agustus 2016 10.53 ×

terimakasih atas informasinya
di tunggu postingan selanjutnya

Reply
avatar
1 Agustus 2016 14.14 ×

terimakasih atas informasinya
di tunggu informasi selanjutnya
sukses terus

Reply
avatar
11 Agustus 2016 11.38 ×

ijin nyimak artikelnya gan
terimakasih atas informasinya

Reply
avatar
13 Agustus 2016 10.24 ×

terimakasih atas informasinya
menarik dan bermanfaat

Reply
avatar
Thanks for your comment