Pusat Peluncuran Roket Antariksa di Berbagai Negara

Roket diluncurkan di suatu tempat peluncuran antariksa yang disebut dengan Space Center. Tempat-tempat peluncuran roket tersebar di berbagai negara. Mau tahu dimana? Silakan cekodit!

Kennedy Space Center, Amerika Serikat

Inilah pusat peluncuran wahana antariksa ternama di dunia, sekaligus tersibuk di Amerika Serikat. Kennedy Space Center (KSC) telah meluncurkan banyak satelit-satelit baik satelit komunikasi maupun satelit pengindra jarak jauh. Setiap bulan, roket Atlas, Delta, atau Titan diluncurkan ke antariksa membawa berbagai muatan berupa satelit atau wahana antariksa lain.

Pusat antariksa ini terletak di pulau Merrit, Florida yang berdekatan dengan fasilitas peluncuran Cape Canaveral. Keduanya memiliki perbedaan, yaitu KSC dikelola oleh NASA, sedangkan Cape Canaveral dikelola oleh Angkatan Udara. Adapun luas total Kennedy Space Center adalah 567 kilometer persegi.

Pembangunan KSC dimulai setelah diumumkannya program perjalanan ke bulan pada 1962. Nama presiden John F. Kennedy dijadikan nama pusat antariksa ini menyusul tewasnya presiden Amerika saat itu. Peluncuran pesawat antariksa terkenal dilakukan disini dan sebagian di Cape Canaveral, yaitu Mercury, Gemini, dan Apollo. Penerbangan berawak pertama dengan Gemini juga dilakukan disini, tepatnya pada 23 Maret 1965.

Launch Complex 39 dibangun di KSC untuk meluncurkan roket Saturn V dalam program Apollo. Disini juga dibangun hanggar penyimpan empat roket Saturn V, Vehicle Assembly Building (sistem pemindahan dari hanggar menuju landasan peluncuran), serta struktur setinggi 136 m yang bisa dipindahkan.

Sejak 1967 hingga 1973, telah diluncurkan 13 pesawat Saturn V dari Complex 39. Tidak hanya itu, Apollo 11 yang berhasil mendaratkan manusia pertama ke bulan juga diluncurkan dari sini. Rocket Saturn V juga berhasil menempatkan stasiun antariksa Skylab di orbit pada tahun 1973.


Xichang Satellite Launch Center, China

China memiliki beberapa pusat antariksa, salah satunya The Xichang Satellite Launch Center (XSLC) yang terletak di dekat kota Xichang, provinsi Sichuan. Pusat antariksa ini mulai beroperasi sejak 1984 dan digunakan untuk meluncurkan roket berdaya dorong besar dan untuk meluncurkan satelit cuaca dan komunikasi. XSLC dilengkapi fasilitas uji coba dan pemasangan muatan di kendaraan peluncur. Pusat kontrol dan kendalinya berjarak 7 km dari pusat peluncuran.


Tanegashima Space Center, Jepang

Space center yang satu ini didirikan saat Badan Antariksa Jepang pertama kali dibentuk, yaitu tahun 1969. Tanegashima Space Center (TNSC) merupakan pusat peluncuran antariksa terbesar di Jepang dengan luas 9,7 juta meter persegi. Letaknya di Kagoshima Prefecture, sepanjang pantai Tanegashima, Jepang. Fasilitas yang tersedia di TNSC antara lain Takesaki Range (untuk roket-roket kecil), Osaki Range (untuk peluncuran kendaraan J-I dan H-IIA), Masuda Tracking and Communication Station, Nogi Radar Station, Uchugaoka Radar Station, dan beberapa fasilitas lainnya. Selain itu ada pula fasilitas uji coba penyalaan mesin-mesin roket berbahan bakar cair dan padat.


Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan

Kosmodrom Baykonur (bahasa Rusia: Космодром Байконур, Kosmodrom Baykonur), juga dipanggil Tyuratam, adalah fasilitas peluncuran luar angkasa tertua dan terbesar yang masih beroperasi di dunia. Awalnya ia dibangun oleh pihak Soviet dan kini berada di bawah pengawasan Rusia, meski terletak di Kazakhstan. Letaknya sekitar 200 km di sebelah timur Laut Aral, di tepi utara Syr Darya, dekat kota Tyuratam, di bagian timur-selatan negara tersebut.

Nama Baykonur dipilih agar pihak Barat tertipu dan mengira lokasinya berada di dekat Baykonur, sebuah kota pertambangan di wilayah gurun pasir dekat Dzhezkazgan, sekitar 320 km di sebelah timur laut lokasi sebenarnya. Kordinat geografisnya adalah 45.6° LU 63.3° BT .
Baykonur adalah tempat pengoperasian utama untuk program luar angkasa Soviet yang ambisius sejak akhir 1950-an hingga 1980-an dan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk meluncurkan angkutan luar angkasa berawak dan tak berawak. Baykonur memainkan peranan penting dalam pengoperasian Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Fasilitas ini awalnya dibangun pada pertengahan 1950-an sebagai pusat rudal jarak-jauh. Sebuah pemukiman kecil kemudian dibangun untuk keperluan sekolah, tempat tinggal para pekerja. Pada 1966 ia ditingkatkan statusnya menjadi sebuah kota bernama Leninsk, yang kemudian diubah menjadi Baykonur pada 1995.

Banyak penerbangan bersejarah yang berasal dari Baykonur: satelit buatan pertama pada 4 Oktober 1957, penerbangan mengorbit berawak pertama oleh Yuri Gagarin pada 1961, dan penerbangan dengan awak wanita pertama, Valentina Tereshkova pada 1963.


Pusat Peluncuran Antariksa Kourou, Guyana

Pusat Antariksa Guyana, atau lebih umum, Centre Spatial Guyanais (CSG) adalah sebuah pelabuhan antariksa Perancis dekat Kourou di Guyana Perancis. Beroperasi sejak 1968, sangat cocok sebagai lokasi pelabuhan antariksa karena letaknya dekat dengan khatulistiwa, dan peluncuran sering dilakukan di dekat perairan. European Space Agency, badan antariksa Perancis CNES, dan perusahaan Arianespace melakukan peluncuran dari Kourou.
Tempat ini dipilih tahun 1964 untuk menjadi pelabuhan antariksa Perancis. Ketika European Space Agency (ESA) didirikan tahun 1975, Perancis menawarkan berbagi Kourou dengan ESA. Peluncuran komersial juga dilakukan oleh perusahaan non-Eropa. ESA membayar dua per tiga pendapatan tahunan pelabuhan ini, dan juga mendanai pembaruan yang dilakukan selama pembangunan peluncur Ariane.

Kourou terletak 500 kilometer (310 mil) di utara khatulistiwa, di lintang 5°10'. Pada garis ini, rotasi Bumi mencapai kecepatan 460 meter per detik (1,000 mph/1,700 km/h) ketika jalur peluncuran mengarah ke timur.


Satish Dhawan Space Center

India termasuk sebagai negara yang maju dalam bidang antariksa dengan berhasil mengorbitkan satelit. Pusat peluncuran yang terdapat di India yaitu The Satish Dhawan Space Center di Sriharikota Andhra Pradesh, India Selatan. Nama Satish Dhawan diberikan untuk menghormati mantan pimpinan Badan Antariksa India yang meninggal pada tahun 2002.

Pusat peluncuran ini mulai berfungsi tahun 1971 dengan peluncuran RH-125. Sejak saat itu, berbagai roket dan satelit telah diluncurkan dari sana. SDSC dilengkapi dengan 2 landasan peluncuran sehingga dapat melakukan peluncuran berkali-kali dalam setahun. Bahkan, satelit pertama buatan Indonesia, LAPAN-TUBSAT diluncurkan disini menggunakan roket PSSL-C7 pada Februari 2007.


Sumber:
wikipedia dan majalah Orbit No. 13
Previous
Next Post »