Pertanian Urban, Solusi Tepat untuk Masalah-Masalah di Perkotaan

Pertanian identik dengan lingkungan pedesaan dimana lahan luas berupa sawah-sawah membentang. Namun apakah di perkotaan yang minim lahan untuk bercocok tanam dapat juga dimanfaatkan untuk pertanian?

Kemajuan di bidang pertanian seakan tidak dapat dihentikan oleh kendala apapun, termasuk minimnya lahan.  Kota Tokyo misalnya. Salah satu kota terpadat di dunia ini tengah dilanda tren pertanian urban. Selain manfaatnya dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi penduduk kota, ternyata pertanian model ini juga berdampak positif bagi lingkungan. Apa saja dampak positif pertanian urban?


1. Menyediakan sumber makanan
Pertanian urban adalah sumber makanan segar dan sehat, termasuk makanan organik dan rendah kimia, yang kini banyak diminati oleh masyarakat. Produk-produk ini bisa ditanam dan dikonsumsi di perkotaan hasil kerjasama antara petani dan penduduk kota. Selain itu, distribusi bahan pangan lebih mudah dengan jarak tempuh pengiriman yang singkat. Distribusi lebih cepat, juga tidak menimbulkan polusi yang timbul dari proses pengiriman.

2. Semua penduduk berkesempatan untuk menjadi petani
Pertanian urban memberikan kesempatan bagi penduduk kota untuk terlibat dalam aktivitas pertanian secara langsung melalui aktifitas berkebun maupun tidak langsung, melalui aktifitas jual beli antara konsumen dan petani di gerai-gerai produk pertanian lokal.

3. Menyediakan ruang terbuka
Bagi kota-kota yang sering dilanda bencana, ruang terbuka sangatlah penting. Lahan pertanian di kota dapat menyediakan ruang terbuka yang bermanfaat sebagai tempat mengungsi jika terjadi bencana seperti gempa, kebakaran dan bencana alam lainnya.

4. Sarana rekreasi
Lahan pertanian urban juga bisa menjadi tempat rekreasi dan ruang terbuka hijau yang bisa meningkatkan kualitas hidup dan spiritual keluarga.

5. Memberikan pendidikan lingkungan
Pertanian urban bisa menjadi sarana pendidikan untuk meningkatkan pemahaman atas isu-isu lingkungan, pertanian dan pangan.


6. Mewujudkan kota yang ramah lingkungan
Dengan adanya lahan-lahan pertanian dan perkebunan di dalam kota, maka dapat menyediakan daerah resapan air yang membantu mencegah banjir. Selain itu, polusi udara juga berkurang dengan adanya pepohonan sehingga udara menjadi sejuk. Serangga dan burung-burung juga dapat hidup berdampingan dengan kegiatan manusia.

Pertanian urban menggunakan lahan-lahan kosong di perkotaan seperti di gedung-gedung, pinggiran jalan raya, di antara jaringan rel kereta api, di pekarangan rumah penduduk, dan tempat-tempat lain.

Melihat berbagai manfaat tersebut, kiranya pertanian urban merupakan solusi untuk permasalahan yang melanda kota metropolitan seperti Jakarta dalam hal pangan dan lingkungan. Sudah seharusnya laju urbanisasi yang menimbulkan banyak masalah dibarengi dengan upaya membangun kota yang bersih, hijau, dan tertata. Kalau Tokyo bisa menerapkan sistem pertanian urban, Jakarta juga pasti bisa!
Previous
Next Post »