Gempa Bumi 5 SR di Banyuwangi

Gempa Bumi Banyuwangi

Pada 4 Juni 2013 kemarin, gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) terjadi di perairan selatan Banyuwangi. Gempa yang tergolong tektonik ini diakibatkan oleh pergerakan lempeng Eurasia yang bertemu dengan lempeng Australia, tepatnya pada 264 Km barat daya Banyuwangi atau 275 Km barat daya Denpasar. Kota-kota yang diguncang gempa tersebut antara lain Banyuwangi, Jember dan Denpasar.

Gempa Bumi 5 SR di Banyuwangi

Guncangan yang terjadi pukul 13.40 itu memang tidak begitu terasa oleh warga, khusunya warga Banyuwangi. Namun peristiwa gempa bumi ini sempat menjadi perbincangan warga Banyuwangi, terutama melalui media sosial.

Menurut keterangan BMKG, gempa bumi tersebut terjadi di koordinat 10.73 Lintang Selatan (LS) – 113.86 Bintang Timur (BT). Pusat terjadinya gempa 5 SR tersebut berada di Samudera Hindia dengan kedalaman 13 Kilometer (Km).

Prakirawan Stasiun Meteorologi kota Banyuwangi, Yustoto Windiarto menerangkan, pusat gempa jaraknya 264 Km sebelah barat daya Banyuwangi, 280 Km tenggara Jember, dan 275 barat daya Denpasar, Bali. “Karena jaraknya yang cukup jauh, gempa bumi tersebut tidak begitu terasa, khususnya di sekitar Pusat Kota Banyuwangi,” ujarnya.

Yustoto menambahkan, guncangan 5 SR yang terjadi selasa siang itu tidak berpotensi tsunami. “Gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami adalah gempa berkekuatan 7 SR atau lebih. Itu pun dengan syarat pusat gempa berada di perairan dengan kedalaman kurang dari 15 Km,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga Kota Gandrung mengaku mereka tidak merasakan gempa sekuat 5 SR yang terjadi kala itu. Namun, mereka mengaku mengetahui kabar terjadinya gempa tersebut dari media jejaring sosial. “Saya tidak terasa apa-apa. Tapi saya tahu kabar terjadi gempa karena banyak yang nge-tweet gempa di Banyuwangi,” ujar Heri, salah seorang warga Kecamatan Glagah.

referensi:
Website SMA Negeri 1 Glagah Banyuwangi http://sman1glagah.com/gempa-bumi-guncang-banyuwangi/
Previous
Next Post »
Thanks for your comment