Percobaan Respirasi Anaerob (Fermentasi Alkohol) + Presentasi Prezi

Setelah melihat-lihat kembali file-file tua saya di laptop, saya menemukan tugas-tugas masa SMA yang kebanyakan dari mapel biologi. Dulu memang guru saya rajin melakukan praktek, jadi murid-muridnya seringkali harus membuat laporan hasil praktikum lalu mempresentasikannya di kelas.

Berhubung saya sudah lulus SMA, daripada 'karya' saya cuma dipendam tanpa manfaat, lebih baik saya bagikan. Semoga bisa membantu kalian yang bernasib sama seperti saya, atau bagi yang hanya sekadar ingin belajar.

Pertama-tama, saya sajikan teori singkat, alat bahan, kemudian langkah kerja. Sebaiknya kamu jangan cuma meng-copas, tapi jadikan teori yang saya sajikan di bawah ini sebagai inspirasi atau pelengkap bahan yang sudah ada. Pokoknya, JANGAN CUMA COPY PASTE.

Di bawah ini saya sajikan laporan hasil Percobaan Respirasi Anaerob (Fermentasi Alkohol) yang saya lakukan:

Teori Singkat

Pada kebanyakan tumbuhan dan hewan, respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat karena suatu hal. Maka tumbuhan dan hewan tersebut melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, yang disebut respirasi anaerob. Respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Demikian juga apabila kita melakukan kontraksi otot terlalu kuat misalnya berlari-lari, maka sel-sel jaringan otot kita juga melakukan respirasi anaerob. 

Pada keadaan oksigen yang tidak mencukupi untuk respirasi maka terjadi penimbunan asam laktat di dalam sel dan akan menimbulkan kelelahan. Proses penguraian pada respirasi anaerob disebut fermentasi. Dari hasil akhir fermentasi, jenis fermentasi dibedakan menjadi fermentasi asamlaktat/asam susu dan fermentasi alkohol. Dari laporan praktikum yang dibuat disini, kami lebih menekankan pada proses fermentasi alkohol.


Alat dan Bahan

  • Dua buah labu Erlenmeyer
  • Termometer batang
  • Selang plastik
  • Sedotan
  • Larutan gula
  • Larutan Ca(OH)2
  • Ragi roti dan Lilin/malam
  • Air

Langkah Kerja

  1. Menyiapkan sistem seperti pada gambar,
  2. memasukkan ragi ke dalam larutan gula di labu erlenmeyer,
  3. menunggu 30 menit dan mengamati apa yang terjadi.

berikut sistem yang harus kamu buat sebelum melakukan percobaan:
Rangkaian Sistem

Nah, sekarang mari lihat proses fermentasinya. Presentasi menggunakan platform Prezi ini buatan saya sendiri lho... Silahkan diamati:

*)Kalau presentasi tidak tampil, refresh halaman atau klik disini. Untuk mendownload presentasi di atas sebagai bahan presentasi kamu, klik disini.



Hasil Percobaan

Dan di bawah ini adalah hasil percobaan yang saya lakukan. Kalau ada error ataupun kesalahan, saya minta maaf karena juga masih belajar. Mohon untuk tidak menggunakan gambar-gambar di bawah ini untuk laporan pengamatan kamu. Gunakan gambar hasil jepretan kamu sendiri ya, utamakan kejujuran, jangan bohongi gurumu sendiri. :D

Menit ke-0
Menit ke-5

Menit ke-0

Labu A
Warna : Putih keruh
Bau : Seperti roti
Suhu : 28o C

Labu B
Warna : Bening




Menit ke-5

Labu A
Warna : Putih keruh
Bau : Seperti tape, agak masam
Suhu : 31o C

Labu B
Warna : Sedikit keruh


Menit ke-30


Menit ke-30

Labu A
Warna : Kecokelatan, dengan busa di bagian atas
Bau : Seperti tape, dengan aroma alkohol
Suhu : 31o C

Labu B
Warna : Keruh





Mengapa perubahan itu bisa terjadi? Yuk simak penjelasan singkatnya:
Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi secara anaerob (tidak ada udara karena mulut labu erlenmeyer disumbat oleh lilin). Sebagai substrat fermentasi adalah asam piruvat. Molekul piruvat (hasil glikolisis) difermentasi menjadi asetaldehid. NADH memberikan elektron dan hidrogen kepada asetaldehid, sehingga terbentuk produk akhir alkohol, yaitu etanol. Pada fermentasi alkohol ini dihasilkan 2 ATP (energi yang menyebabkan suhu meningkat).
-sumber teori: Biologi SMA kelas XII Esis-

Secara kimiawi, reaksi-reaksi yang terjadi yaitu:
Reaksi pembentukan CO2:
Asam piruvat → 2CH3CHO + 2CO2

Reaksi pembentukan Etanol:
2CH3CHO + 2NADH2 → 2C2H5OH + 2NAD+

Reaksi pengeruhan (CaOH2) oleh CO2:
Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3


Reaksi secara umum mulai dari gula sampai menjadi alkohol:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP


Dulu, karena penasaran dengan tingkat keasaman dari kedua larutan di dalam labu erlenmeyer, saya beserta kelompok melakukan pengamatan tambahan dengan melakukan uji keasaman menggunakan larutan Phenolphtalein (PP). Hasilnya sebagai berikut:

Pengujian Tingkat Keasaman
Keterangan:
Kiri = Labu A | Tengah = Labu B | Kanan = Larutan PP
Suatu larutan yang ditambahkan Phenolpthalein dan beruban menjadi ungu berarti larutan tersebut bersifat basa. Labu B berubah warna karena terbentuk zat CaCO3 yang bersifat basa. Labu A tidak berubah karena masih mengandung Asam Piruvat yang bersifat asam.


Kesimpulan

Ternyata proses fermentasi adalah sebagai berikut:
Proses Fermentasi

Glukosa mengalami glikolisis, menghasilkan asam piruvat. Asam piruvat difermentasi menjadi asetildehid, yang kemudian berubah menjadi etanol.
Ternyata fermentasi menghasilkan:

  • Alkohol,
  • CO2,
  • Etanol,
  • Energi (kalor).

Demikianlah pembahasan saya mengenai Percobaan Respirasi Anaerob (Fermentasi Alkohol).
-= Sekian, Semoga Membantu ^_^ =-
Previous
Next Post »

4 comments

Click here for comments
Thanks for your comment